Showing posts with label Keluarga. Show all posts
Showing posts with label Keluarga. Show all posts

Tuesday, 18 November 2014

Zodiak for Our Family ~ Just for fun ~

1. Taurus – ~ Me & my daughter~
    (21 April – Mei 20)
Keras Kepala, Materialistis, Pasif, Ramah & Sabar, Praktis dan Setia, Memiliki Jiwa Toleransi
Nomor Keberuntungan: 12,19,23, 33, 39,41
Aroma Keberuntungan: Aroma Madu, Mawar, Lily, Kayu Oak
Planet Yang Mengitari: Venus
Bunga Keberuntungan: Bunga Daisy, Violet
Warna Keberuntungan: Coklat, Hijau
Batu Keberuntungan: Batu Pirus (Batu bermata biru)
Elemen Keberuntungan: Tanah
Pasangan Serasi: Scorpio
Taurus adalah simbol kepastian dan kehendak yang kuat.]
Taurus biasanya berjuang untuk mendapatkan rasa aman batiniah dan jasmaniah.
Mereka memiliki selera tinggi pada pakaian, lukisan, barang-barang antik dan barang-barang mewah lainnya.
Cita rasa Taurus sangat tinggi, namun cenderung konservatif.
Mereka sangat menikmati alunan melodi dan musik yang indah. Taururs suka menolong orang lain dan tidak mudah marah.
Mereka tidak suka didesak dan cenderung keras kepala bila terus menerus didesak.
Para Taurus cenderung setia, stabil dan sabar, meskipun kadang mereka keras kepala.
Mereka memiliki pandangan yang baik untuk meraih tujuan mereka sehingga mereka cukup berhasil.
Mereka gigih pada keputusan yang telah diambil dan tidak ada seorangpun yang dapat merubah pendiriannya.
Karena Taururs tidak suka didesak, maka banyak yang menjulukinya si Lamban. Namun demikian, kamu dapat mempercayakannya dalam membantumu keluar dari masalah.
Mereka bukan tipe orang yang mudah melanggar janji dan mundur dari suatu keyakinan, dan mereka memiliki stamina dan ketekunan untuk bertahan dari lawan-lawannya.
Kekuasaan Taurus sangat hebat sehingga mereka tidak mudah gagal dalam hidupnya.
Asmara para Taurus: Para Taurus cenderung pendiam dan bergairah.
Mereka berusaha untuk memberikan yang terbaik dalam hidup mereka seperti musik yang lembut, lampu yang redup, dan anggur terbaik untuk menemani mereka menghabiskan waktunya dengan orang yang mereka cintai.
Taurus selalu mengutarakan hatinya secara langsung dan tidak suka bertele-tele bila menyangkut urusan cinta. Mereka berusaha menyenangkan hatimu dengan harapan mendapatkan balasan yang sama dari pasangannya.
*Yang Anda sukai : Makanan enak, pakaian mewah, pijat, alam, dan digelitik (dengan lembut)
*Yang tidak Anda sukai : Jeans belel, orang yang suka memaksa, musik hingar-bingar, dan diburu waktu.
*Kemampuan terbaik Anda : Menciptakan sesuatu yang indah dari hal remeh – misalnya memasak, seni, atau berkebun
*Diri Anda yang dalam : Anda butuh tahu bahwa banyak orang menyukai anda dan membutuhkan mereka untuk menunjukkan rasa suka itu. Anda memang bukan orang yang suka pamer, tetapi Anda suka diperhatikan dan senang dipuji. Secara diam-diam Anda pandai pandai menghasilkan uang.
*Karir Anda : Pikirkan mengenai uang, alam, dan keindahan. Pilihlah antara bankir, seni, akutansi, musik, dan berkebun
*Busana : Anda lebih tertarik dengan kenyamanan daripada penampilan layaknya supermodel. Anda menikmati berbelanja pakaian, tetapi tidaks suka menghamburkan banyak uang untuk belanja. Anda suka baju yang indah dan sepatu yang menarik adalah keharusan bagi anda. Walaupun Anda ingin tampil menarik, tetapi Anda tidak suka pakaian anda menarik perhatian. Anda menyukai baju dengan potongan sederhana, dan tidak terlalu ketat dengan kain yang bernuansa lembut dan alami.
*Sebagai teman : Sebagai teman yang menyenangkan dan setia, teman dekat anda selalu dapat bergantung pada anda ketika segalanya menjadi berat. Keras kepala luar biasa, Anda akan susah meminta maaf, tetapi Anda selalu akan berusaha menjaga hubungan. Dan anda tidak pernah melupakan hari ulang tahun teman.
*Sebagai pacar (cewek) : Anda membutuhkan suasana romantis seperti ikan membutuhkan air. Makanan enak, pelukan hangat, dan gunungan bunga akan membuat Anda leleh. Setia dan pengertian, Anda akan mengharapkan cowok Anda setia juga. Jika ia selingkuh, maka bahaya segera menantinya.
*Jika cowok Anda Taurus : Usahakan Anda selalu tampil menarik untuk kencan. Tipe ini memiliki gaya yang baik dan selalu menghargai usaha Anda untuk melakukan itu semua. Jangan terburu-buru, ia menikmati waktu berciuman, makan, atau sekedar ngobrol. Sabarlah atau Anda akan membuat dia ketakutan. Cowok Taurus memang selalu pelan-pelan, tetapi mereka layak ditunggu.


2. Aquarius – Pembawa air ~En. Somi~
     (21 Januari – 19 Februari)
Tenang, Obyektif (Tidak Memihak), Jenius, Penuh Ide, Cepat Mengerti
Nomor Keberuntungan: 8, 14, 29, 35, 40, 47
Aroma Keberuntungan: Lavender, Lemon, Kayu Pinus
Planet Yang Mengitari: Uranus
Bunga Keberuntungan: Bunga Narsis, Bunga Pansy
Warna Keberuntungan: Hijau, Kuning Muda
Batu Keberuntungan: Batu Permata Berwarna Hijau Lumut
Elemen Keberuntungan: Udara
Pasangan Serasi: Leo
Para Aquarius bersifat progresif, inovatif dan penuh gagasan.
Individu ini sangat progresif dalam cara berpikir, cenderung individualistik dan enggan mengikuti keramaian.
Walaupun pada dasarnya mereka tidak antusias untuk menjadi pemimpin, beberapa diantaranya berhasil menjadi pemimpin.
Sikapnya eksentrik, penuh keyakinan, namun keras kepala.
Mereka cenderung bersikap adil.
Dalam bekerja selalu penuh keseriusan, walaupun dari luar mereka nampak tenang, namun di dalam hatinya mereka sangat takut dan gugup.
Aquarius suka barang-barang mewah, namun tidak serakah.
Mereka tidak menyukai adat istiadat dan peraturan-peraturan kuno dalam keluarganya dan cenderung melanggar peraturan.
Mereka suka mengikuti kata hatinya bila menyangkut masalah perasaan.
Mereka cenderung menyakiti dirinya sendiri daripada menyakiti orang lain.
Aquarius dapat menyelesaikan masalah karena mereka mampu keluar dari dilema.
Mereka peduli pada hal-hal besar dan sangat manusiawi.
Aquarius pribadi yang senang menyendiri, perlu banyak waktu untuk mengenal mereka karena mereka hanya membuka diri pada orang yang mereka percaya, hormati dan cintai
Asmara para Aquarius: Kaum Aquarius tertarik pada pasangan yang memiliki kepandaian.
Mereka senang mencoba termasuk mencoba hal baru dalam hal percintaan dan romantisme.
Kaum Aquarius kadnag bersikap dingin dan acuh namun dibalik semuanya itu dia sangat pasangan yang penuh kasih yang selalu mencoba hal baru dan lain dari yang biasanya.
Mereka cenderung perhatian dan setia bila kamu mulai mengenal Cancer.
Mereka berjiwa patriot dan sangat melindungi semua yang mereka sayangi.
Mereka sangat membanggakan lingkungan tempat tinggalnya dan senang mengundang teman-temannya berkunjung di rumahnya.
Kegemarannya mengumpulkan barang-barang membuat orang menjulukinya gudang tikus.
Mereka memiliki ingatan yang luar biasa dan akan selalu mengingatkanmu akan hal-hal yang telah kamu lakukan di masa yang lalu, terutama hal-hal yang ingin kamu lupakan.
Para cancer merupakan orang yang penuh kasih, setia dan penuh welas asih. Kebutuhannya untuk mendapatkan rasa aman dan keseimbangan dalam hidup sangat didambakan.
*Yang Anda sukai : Melawan aturan, membagikan ide baru dan mencoba berbagai gaya rambut baru yang ‘gila’
*Yang tidak Anda sukai : Terjebak dalam rutinitas, penyiksaan hewan, dan polusi pada planet ini.
*Kemampuan terbaik Anda : Menemukan hal baru dan mencari ide brilian untuk membuat dunia menjadi lebih baik
*Diri Anda yang dalam : Anda sangat peduli terhadap planet Anda dan semua orang didalamnya. Keinginan terbesar Anda adalah untuk memerangi kemiskinan, perang dan polusi. Jika orang lain bisa melakukannya, maka Andapun bisa.
*Karir Anda : Penemu, jurnalis TV, refleksologis, dan ahli komputer.
*Busana : Anda seorang yang individual, namun gaya. Anda suka pakaian etnis dan mencintai warna cerah (terutama biru dan torquise). Anda sering memakai warna cemerlang, sehingga orang menertawakan Anda, tetapi beberapa minggu kemudian, mereka meniru Anda.
*Sebagai teman : Anda akan melintasi api dan menelan kaki kodok untuk teman Anda. Menjadi teman yang baik adalah kemampuan Andayang terbaik dan walaupun mereka pikir Anda sedikit gampang marah, mereka menyukai anda karena anda sangat manis dan pribadi paling menyenangkan di planet ini.
*Sebagai pacar (cewek) : Anda menginginkan seorang cowok sebagai teman dekat, jadi Anda akan mencari seseorang yang dapat selalu bersama dan juga pandai mencium. Kebebasan sangatlah penting bagi Anda, jadi cowok yang selalu menempel atau selalu ingin perhatian 24 jam penuh tidak akan bisa lama berhubungan dengan Anda.

*Jika cowok Anda Aquarius : Cowok semacam ini sangat peduli akan lingkungan, orang miskin, dan keadaan dunia. Ia orang yang baik, sedikit konyol, maka jangan berharap Anda akan menerima romansa penuh ciuman.

4. Aries – Domba Jantan ~ Bapak~

      (21 Maret – 19 April)
Agresif, Energik, Impulsif, Berjiwa Pemimpin, Tidak Sabaran, Egois, Cepat Emosi
Nomor Keberuntungan: 2,5,11,34,47
Aroma Keberuntungan: Lada Hitam, Cengkeh, Ketumbar, Kemtumbar, Kemenyan, Jahe, Pohon Cemara, Kayu-kayuan.
Planet Yang Mengitari: Mars
Bunga Keberuntungan: Bunga Daisy
Warna Keberuntungan: Merah
Batu Keberuntungan: Batu Delima
Elemen Keberuntungan: Api
Pasangan Serasi: Sagittarius
Aries adalah simbol sebuah permulaan baru.
Orang Aries menjadi pemimpin zodiak-zodiak lainnya, agresif dan penuh kreativitas yang memungkinkan mereka untuk berinisiatif dalam mengadakan perubahan.
Selayaknya domba jantan, mereka selalu bertindak cepat tanpa berpikir panjang terlebih dahulu.
Mereka lebih senang mencari penghargaan daripada kekayaan dan biasanya lebih suka berbicara terus terang daripada berbasa-basi untuk mendapatkan apa yang diinginkannya.
Kebanyakan dari mereka sukses berkat sikap mereka yang pantang menyerah.
Aries merupakan orang yang penuh energi, pandai beradaptasi dan cepat belajar.
Mereka memiliki banyak ide-ide cemerlang dan berambisis tinggi. Keras kepala, antusisas dan penuh orientasi.
Bila mereka ingin sesuatu, tidak ada yang dapat menghalanginya. Mereka siap mengambil tindakan tanpa memikirkan resiko yang dapat mencelakakan diri mereka sendiri.
Aries bukan seorang pengikut yang baik.
Mereka memiliki semua kemampuan yang dibutuhkan untuk menjadi pemimpin yang baik,
namun sikapnya yang suka memerintah membuat orang menjauhi dirinya.
*Yang Anda sukai: Orang yang tulus, kebebasan, kesibukan, tertawa terhadap lelucon dan film seram (kadang-kadang).
*Yang tidak Anda sukai: Gosip, rekan yang gampang berubah mood, dipandang remeh, dan Anda sangat benci kebohongan.
Kemampuan terbaik Anda: Memimpin kelompok, mendorong diri anda sendiri sampai batas, dan membuat keputusan yang rumit.
*Diri Anda yang dalam : Anda adalah orang yang sensitif dan lembut, dengan keinginan besar untuk hidup dan mencintai. Anda bermimpi untuk memiliki sekelompok teman, lingkungan yang menyenangkan dan liburan yang penuh petualangan liar.
*Karir Anda : Pilihlah pekerjaan di penerbitan, dunia hiburan, atau dakilah tangga menuju puncak pimpinan. Dimanapun anda bertugas untuk menangani proyek yang menarik dan menantang.
*Busana : Pakaian ketat dengan warna yang menyala (terutama merah) akan nampak indah pada diri anda – begitu juga pakaian sporty atau apapun yang lagi ngetrend. Baju yang mengembang dan kecewekan tidak akan cocok untuk gaya anda.
*Sebagai teman : Tipe yang ramah dan fokus, anda ingin semua orang bahagia. Anda tidak tahan dengan ketidak jujuran atau orang yang membicarakan anda dibelakang anda, dan anda tidak malu mengkonfrontasi mereka jika mereka membicarakan anda seperti itu.
*Sebagai pacar (cewek) : Anda memimpin hubungan, menggoda pacar Anda dengan ciuman penuh gelora dan terkadang meremas pantat cowok Anda dengan sembunyi-sembunyi. Jika dia memang menginginkan Anda, maka ia akan membalas dengan kencan hot dan berbagai hadiah.

*Jika cowok Anda Aries : Ia tidak suka selalu ‘ada’, jadi terkadang biarkanlah ia bebas dan berpura-puralah bahwa pada saat itu ia memang benar-benar bebas. Puji dia dengan mengatakan bahwa ia cerdas, hebat, dan menarik, dan ia akan memakan semua pujian itu. Tetapi berhati-hatilah dengan emosinya, ia akan sangat mengerikan jika marah. Bermainlah dengan tenang sampai ia ikut mendingin dan tunggu sampai ia meminta maaf. Pasti dia yang salah kan?
3. Pisces – Ikan ~Along~
     (20 Februari – 20 Maret)
Memiliki Sisi Manusiawi Yang Besar, Penuh Cinta, Praktis, Suka Mengkhayal
Nomor Keberuntungan: 9, 13, 27, 32, 39, 45
Aroma Keberuntungan: Apel, Melati, Lily, Vanilla
Planet Yang Mengitari: Neptunus
Bunga Keberuntungan: Sedap Malam, Teratai, Lily.
Warna Keberuntungan: Hijau Laut, Biru Kehijau-Hijauan
Batu Keberuntungan: Zambrud
Elemen Keberuntungan: Air
Pasangan Serasi: Virgo
Para Pisces kaum yang ekstrim, sensitif dan lain dari yang lain.
Mereka ingin melakukan segala sesuatunya dengan baik tetapi hal ini sulit sekali,
karena mereka juga harus selalu mendengarkan kata hati mereka tentang hal-hal yang benar & salah.
Para pisces penuh pesona, humor dan sipati bila berhadapan dengan orang lain sehingga menerima banyak pertolongan dari orang lain.
Pisces butuh suatu wadah untuk mengembangkan bakatnya sehingga ia merasa sangat bahagia.
Mereka akan frustasi bila terjebak dalam rutinitas.
Mereka mudah percaya janji-janji yang diberi oleh orang lain, tanpa berpikir panjang.
Kaum Pisces pandai dalam hal memainkan perasaan.
Mereka menjadi sangat sensitif terhadap apa yang dipikirkan dan dirasakan orang lain, dam menjadi sangat mudah marah tanpa alasan yang jelas.
Ini membuat orang lain sulit menebak perasaan mereka. Kaum Pisces pandai membujuk.
Mereka senang bila pekerjaannya dihargai orang lain, bila tidak maka ia tidak akan mengerjakan tugasnya dengan benar.
Pisces senang pada hal-hal yang bersifat hiburan dan bersedia menjadi tuan rumah dari setiap peristiwa atau pertemuan.
Mereka terlihat malu dan tertutup namun padahal tidak. Bila mereka merasa nyaman dengan sekitarnya, mereka tidak akan ragu untuk mengambil alih.
Asmara para Pisces: Pisces cenderung menjadi pasangan yang penuh gairah,
peduli pada kebutuhan pasangannya dan ingin menyenangkan pasangannya.
Mereka ahli membuat situasi menjadi terbalik dan mudah memanipulasi pasangannya.
Kaum pisces paling sulit dimengerti, terutama bila itu menyangkut urusan percintaan.
Mereka sering melakukan sesuatu yang berlawanan dengan perkataan mereka.
Mereka perayu yang hebat dan penuh ide-ide baru yang sulit untuk ditolak dan dilupakan.
*Yang Anda sukai : Opera sabun, matahari terbenam yang indah, perapian, dan perayaan yang hangat seperti misalnya Natal
*Yang tidak Anda sukai : Sumpah serapah berlebihan, ketiak bau, dan orang yang berjingkrakan disekitar Anda.
*Kemampuan terbaik Anda : Membuat keputusan dengan mendengarkan suara hati Anda, bukan kepala Anda, dan menangkap getaran negatif begitu anda memasuki suatu ruangan
*Diri Anda yang dalam : Anda adalah seorang pemimpi, bukan perencana. Dunia Anda akan sempurna jika orang lain yang menangani detilnya dan Anda dibiarkan duduk di bawah pohon, sambil menulis buku atau sesuatu yang lain.
*Karir Anda : Kurator seni, desainer lanskap, penerjemah atau penulis.
*Busana : Anda memiliki kemampuan yang menyebabkan pakaian sejelek apapun akan nampak keren jika anda pakai. Anda terkadang bisa tampil belel karena kemampuan Anda ini. Pakaian yang longgar dan melambai adalah favorit Anda.
*Sebagai teman : Terkadang anda tersesat dalam pemikiran Anda sendiri, yang terkadang membuat anda frustasi, tetapi teman seperti Anda memiliki kepribadian yang mudah dan ramah. Anda bukanlah orang yang suka mengguncang kapal, Anda lebih suka terhanyut arus dan tidak keberatan untuk mengubah rencana supaya sesuai dengan rekan-rekan Anda.
*Sebagai pacar (cewek) : Anda pemimpi dan romantis. Hidup dalam dunia kecil Anda sendiri, Anda suka menatap mata cowok Anda tanpa berkata apapun. Bagaikan selembut mentega, cowok Anda akan mencintai anda yang sentimental dam merasakan bahwa Andaa sangat menarik.
*Jika cowok Anda Pisces : Bagaikan sesosok raksasa lembut, tipe cowok ini artistik dan melihat Anda sebagi inspirasi kreatif bagi dirinya. Jangan terkejut jika tiba-tiba ia mempersembahkan puisi, game komputer, pohon atau film untuk anda. Ia akan menyirami Anda dengan kata-kata manis dan pelukan, dan benar-benar percaya bahwa andalah putri cantiknya.


Read more: http://www.adibsite.com/2014/11/pasang-facebook-comments-responsive.html#ixzz3Pd3lfqkd

Wednesday, 5 November 2014

Selamat Tinggal Wajaku..Selamat datang Camry..!

    
Akhirnya....dapat jua ketangan kami..Alhamdulillah


Foto pertama kali 'bersua' dengannya

Masih dalam kondisi yang baik

    Akhirnya pada tanggal 7 Nov 2014 kereta Camry saya selamat berada ditangan saya. Walaupun ianya hanya sebuah kereta second hand saje, tp dengan harga mencecah 84.5K ianya agak besar jumlahnya bagi keluarga saya yang sederhana saje kewangannya.Sedikit berliku jalannya untuk memiliki kereta ini. Bermula dari perancangan setahun yang lepas, tp terpaksa ditunda untuk mendahulukan keperluan adik saya yang ingin berkahwin dan menampung kewangan bapa . Akhirnya setelah kereta lama kami kerap meragam , saya dan En.Somi bulatkan tekad...tukar aje..! Semetelah mengingat April 2015 nanti , GST pulak akan dilaksanakan yang merangkumi pembelian kereta baru dan jugak second hand.Ini yang saya dengar dari mulut jurujual kereta kami tempohari.
   Bukan mudah untuk mendapatkan kereta second hand  jenis ini dipasaran. Kalau ade pun harganya melampau tinggi..contohnya untuk kereta keluaran 2009, harganya adalah sekitar 98k...! Saya 'bertemu jodoh' dengan kereta ini kerana bantuan rakan sekerja. Terima kasih tak ternilai untuk beliau..!
Dia yang bersusah payah bertanya khabar kesana sini mencari kereta yang saya mahukan..Camry 2.0. Akhirnya tibalah hari untuk kami melihat pertama kali 'wajah kereta' tersebut.Mula-mula terpandang hati saya & En. Somi dah terpaut. Semetelah harganya tidaklah terlalu menekan sangat beza sekali dengan beberapa bijik kereta jenis ini dipasaran.
   Setelah seminggu membuat loan drpd Public bank, akhirnya kami mendapat maklumbalas  ade sedikit masalah dengan 2 jenis hutang lama yang dibuat atas nama En. Somi dan satu lagi atas nama saya. Kedua-dua benda itu adalah hak milik bapa saya tapi disebabkan ianya masih belum lunas maka bank tak dapat 'merelease'nya lagi. Kami terpaksa mengeluarkan hampir 3K lebih untuk menyelesaikan kesemuanya sebelum pihak bank meneruskan ke langkah seterusnya.
       Pada minggu ke 2 pula kami mendapat berita walaupun loan kami  telah lulus (100%) tapi ada masalah dengan guarantor (iaitu saya) dimana kami perlu mendapatkan 2nd guarantor untuk melengkapkan kehendak pihak bank. Setelah berbincang dan berkira-kira, akhirnya adik ipar saya bersetuju menjadi 2nd guarantornya.Pada hari ke 3, kami dimaklumkan yang loan kami telah berjaya lulus sepenuhnya dan kami boleh datang untuk sign agreement.Mengenangkan banyak masalah yang timbul diperingkat permulaannya, perasaan gembira apabila dimaklumkan yang loan kami telah lulus sepenuhnya tidak dapat dinafikan. 
   Kebetulan pula adik ipar saya turun kemari dari KL, jadi pada Ahad 2 Nov dengan rasminya dia telah menandatangani
agreement sbg 2nd guarantor.Saya dah boleh menarik nafas lega...
    Pagi 7 hb, hati terasa sikit sayu mengenangkan hari ini adalah hari terakhir saya bersama 'Waja' yang telah berkhidmat hampir 10 tahun.Sepanjang jalan menuju ke tempat kerja, 2, 3 keping gambar telah saya snap sebagai kenang-kenangan. Patutla bapa saya tak dapat tidur lena setelah kereta lamanya, yang berkhidmat hampir 20 tahun lebih dijual dan digantikan dengan kereta yang lain. Akhirnya saya memahami perasaan bapa saya itu...Walaupun ianya hanya sebuah kereta dan bukannya sesuatu benda hidup, tapi rasanya ia adalah sebahagian dari keluarga saya jugak.Susah-senang selama hampir 10 tahun bersamanya akan sentiasa kekal di hati kami...


'Sidia' yang telah banyak memberi jasa


Saya akan merinduinya...

'Sidia' telah tiada..tapi semangat 'waja'nya tetap bersama kami.

Read more: http://www.adibsite.com/2014/11/pasang-facebook-comments-responsive.html#ixzz3Pd3lfqkd

Monday, 13 October 2014

Ubi kayu rebus, kelapa parut dan Filem Saloma..Sangat matching..!

~ 6 Oct 2014 ~

  Masih lagi dalam aktiviti keluarga sempena balik kampung untuk berhari raya AidilAdha bersama keluarga. Pada sebelah petangnya teringat pulak untuk mengambil ubi kayu dikebun emak. Menurut emak saya, tak banyak yang tinggal kerana penangan 'si Khinzir' yang suka menyondol dan makan isinya. Hajat dihati dari rumah saya (di Penang) lagi mahu makan kuih Poli ubi kayu. Saya teringin selepas melihat gambar kuih itu yang diwassapkan oleh adik saya tempohari. Dah lama benar kuih tu tak saya lihat dan jamah.Jika ke kedai-kedai kuih disekitar Kelantan ni pun sungguh sukar untuk menemui kuih tersebut. Jadi balik kampung kali ni, besarlah harapan saya untuk menikmati kuih buatan emak ini, tapi malangnya ubi kayu dah banyak yang rebah ketanah. Jadi hancur berkecailah harapan saya...!

Ubi Kayu rebus cecah kelapa parut yang digaul gula dan sedikit garam..




Beginilah rupanya kuih poli ubi kayu yang dibungkus denagn daun pisang

Kuih Poli selepas dipotong dan digaul bersama kelapa parut, dimakan pula dengan gula melaka cair

   En. Somi mencadangkan agar merebus sahaja ubi kayu itu dan dicecah bersama kelapa parut muda yang digaul bersama gula dan sedikit garam. Kami bercadang untuk menikmatinya malam nanti semasa menonton tv.Maka bertungkus lumusla En. Somi bersama adik lelaki saya menarik isinya dari dalam tanah.

Gaya En.Somi menarik perdu ubi kayu

Dibantu pula oleh adik saya 

Emak saya berdiri mencekak pinggang...'habislaa ubi kayu akuu'..

Pemandangan sekitar kebun sayur emak.Ada pokok pisang, jagung,betik,cili dan sebagainya

Lagi pemandangan kebun sayur.Pokok kelapa yang ayah tanam masih kecik lagi

Ubi kayu yang berjaya ditarik
Kebetulan pada sebelah malamnya adik perempuan saya si Murni memasang dvd cerita SALOMA..jadi sesuai sangatla berubi rebus cecah kelapa parut dengan citer saloma tu...Matching orang kata....


Ubi Kayu rebus cecah kelapa parut yang digaul gula dan sedikit garam..

Read more: http://www.adibsite.com/2014/11/pasang-facebook-comments-responsive.html#ixzz3Pd3lfqkd

Wednesday, 8 October 2014

Cerita Hari Raya AidilAdha 2014

~ 5 Oct 2014 ~

Hari raya korban datang lagi...Disebabkan raya posa tempohari beraya di Penang, maka secara otomatiknyer raya korban plk disambut bersama keluarga di Kelantan.Kali ini semua family ada, kecuali Pok Ja & femili shj yang berkecuali.
   Bertolak dari Penang jam 2 pagi pada 4 hb, dan sampai pada jam lbh kurang 8.30 pagi pada hari yang sama setelah berhenti sarapan di Bukit Bunga. Ada sedikit kejadian lawak, dimana femili saya menjadi sang kura2 dan Muni sefemili menjadi si arnab. Beria-ia dia bertolak jam 12 tghmlm, alih2 lena tido pulak di Bukit Bunga betul2 berhadapan gerai yang masih ditutup. Nasib baik En. Somi matanya cerah, boleh nampak keter tersadai ditepi jalan. Apalagi kami dengan rase gelihatinya mengetuk tingkap keter.Sume tertidur mati ala2 berada dikatil yang empuk.Hahahha...Itulah yang dikatakan si Arnab dan kami si Kura2 yang steady ajer...
         Setelah bersarapan nasi kerabu yang nampak simple tp sedap dan harga makan cumalah RM21.00 untuk semua, kami teruskan perjalanan.Dalam keadaan keter yang sedikit buat hal, asyik tersedak macam orang tua batuk, Alhamdulilah berjaya jugak sampai ke kampung tercinta. Sebelum tu En. Somi dah pun merepair keter kami,dah melayang pun RM300. Nasib baik itu semua wang ehsan dari Cik Nicky berjumlah sebanyak RM500.
       Sampai pagi, setelah bersembang-sembang, jam 10.30 pagi bertolak ke kedai ayahanda dengan kelapa yang dah dikopek.Mungkin disebabkan sudah pun tengahari ditambah musim Raya Haji (dan bukannya Raya Posa) jadi permintaaan untuk santan takdelah menggila sgt. Lebihan santan yang tak habis dijual, dimasukkan semula kedalam peti sejuk. Selepas makan nasi berlaukkan ikan patin tempoyak yang dibawa oleh Yo dari rumah, emak & saya teruskan dengan aktiviti membuat ketupat.Dah berapa tahum belajar membungkus ketupat, tp Alhamdulillah tahun ni berjaya jugak wlaupun hasilnya tk sebagus emak saya.
       Malam raya, setelah membuat aktiviti bersembang & mengumpat ala kadar, terpaksa gagahkan diri jugak memasak kari daging untuk dicicah bersama ketupat esok paginya.Almaklumlah daging lembu tu pun hampir tghari baru selesai membaginya.
        Pagi raya macam biasa setelah menguruskan meja makan bersiap untuk kemasjid, tapi malangnya tahun ni bukan rezeki kami untuk bersolat AidilAdha sebab dah terlambat.Jam 8.15 pagi dah kedengaran Imam memulakan sembahyang raya, jadi kami dengan perasaan ralat  terus balik saje kerumah.Setelah bersiap, kami semua ke tempat penyembelihan.Kali ini adik saya, Si Murni bermurah hati melakukan ibadat korban dgn 1 bahagian lembu yang berharga RM500. Kali ini 2 ekor lembu ditumbangkan disitu menjadikan suasana seperti pesta. Itulah  uniknya Raya Korban di tempat saya.Masing2 dengan berbaju raya, berbedak gincu dan berkasut tinggi sabar menunggu acara penyembelihan.

Masing-masing berpakaian raya menunggu sabar upacara penyembelihan korban

Saya bergambar bersama emak.Lokasinya di tempat penyembelihan korban di hujung kampung

Selepas lembu berjaya  dikorbankan

Kaum wanita sebok menyediakan masakan
       Kali ini juga berlaku peristiwa dimana lembu yang disembelih (dengan leher sudah dihiris) bangun hampir 10minit dan memandang lesu kepada org ramai yang sedang berkumpul. Nasib baikla takdenya kejadian lembu naik minyak atau mengamuk.Rupa2nya urat nadinya masih belum dipotong dan setelah tukang sembelih memotongnya, barulah ianya betul2 tumbang.
      Balik dari situ kami kaum wanitanya memulakan acara menyediakan bahan2 untuk memasak daging korban. Lauknya adalah singgang tulang, daging goreng kunyit dan sambal belacan saja.Disebabkan hampir kepukul 2 ptg baru abs masak, jadi yang datang untuk makan takla ramai macam yang lepas.Lagipun kebanyakan daripada mereka melakukan ibadat korban tahun ini. Cuma pada sebelah malamnya saudara emak dari belah Thailand datang bertandang dan makan-makan.
 
  Read more: http://www.adibsite.com/2014/11/pasang-facebook-comments-responsive.html#ixzz3Pd3lfqkd

Friday, 26 September 2014

Kenangan yang terindah dalam hidup saya

  ~23 Sept 2014~
         Semalam bermimpi lagi tentang Kg. tercinta...Kg.Pasir Tumboh yang saya takkan lupakan sampai nyawa bercerai badan. Saya menzahirkan rase kerinduan mendalam saya pada kg itu lewat Blog ini. Satu hari saya akan membacanya kembali dan diharapkan kenangan itu sentiasa hidup di segenap nadi & urat saraf ini.
Mana mungkin saya boleh melupakan kenangan hampir 10 tahun itu. Bermula usia 12 tahun saya disana hingga saya keluar dari kepompong sbg seorang Mahasiswi. Alhamdulillah..Pada zahirnya saya dah mencapai kejayaan, sedikit dari selautan.

Rumah kecik saya beranda depannya sama seperti ini...Lantainya diperbuat daripada buluh
     Saya bukanlah orang yang sangat susah semasa ditempat lama.Ayah baru saja membina satu rumah yang cantik yang letaknya di belakang rumah datuk & nenek saya. Rumah yang bersiling kayu yang di varnish adalah patern  rumah terkini pada zaman awal 90-an.Lantainya pula kayu kukuh yang dipasang rapat juga divarnish.Sementara itu tangga rumah pula dipasang mozek juga petern terbaharu pada masa itu.Mozek 4 segi kecik dan berbintik biru air laut itu sangat cantik dilekapkan ditangga rumah.Mencantikkan lagi keseluruhan bahagian hadapan rumah, tangganya dihiasi pula dengan pagar kayu, juga bervanish cantik.Tak sampai setahun kami bergembira di rumah baru, ayah mengambil keputusan mengangkut kami semua ke sini, ke Kg. Pasir Tumboh untuk mengerjakan tanah kebun yang dah lama dibeli tapi tak diusahakan. Di sini cerita saya bermula...
      Saya menangis bila melihat rumah baru kami semasa mula-mula pindah kesana.Sedih, kecewa, marah,terkilan bercampur baur. Sampai sekarang bila saya pejamkan mata saya boleh membayangkan setiap inci rumah kecik kami bermula dari ruang tamunya, dapurnya, satu bilik tidurnyer...segalanya bagai skrin tv yang nampak hidup & jelas dikepala saya. Pada mulanya ruang tamunya agak luas, tapi setelah datuk & nenek mahu tinggal berasingan, jadi sebahagian ruang dapurnya diambil dan dijadikan satu rumah untuk mereka, jadi ruang tamu yang tak seberapa luas itu terpaksa pula sebahagian kecilnya dijadikan bahagian dapur menggantikan bahagian dapur yang diambil untuk dijadikan rumah datuk & nenek.Berbanding rumah flat 2 bilik sekarang dengan keseluruhan ruang tamu campur dapur rumah lama kami pada kiraan saya ruang tamu rmh flat itu lebih luas ruangnya !
      Bayangkan kami 9 beranak berkongsi ruang yang sempit dengan kemudahan adalah terhad. Elektrik cuma berfungsi 12 jam sehari..Pukul 7.00ptg dipasang, 7.00pagi esoknya elektrik sudah dimatikan. Salah Seorang penduduk kampung yang kami gelar 'Pak Lah Api' ditugaskan untuk membuka & menutup generator tersebut. Jadi, pada siang harinya, tak merasalah kami nk menonton TV, mendengar radio atau menngunakan peralatan elektrik yang lain (Jika ada) . Tidur siang pula dalam keadaan panas melekit tak berkipas. Tidak keterlaluan jika saya mengatakan yang kehidupan kami dikampung itu tak ubah seperti di zaman 60 atau 70an meskipun pada masa itu sudahpun memasuki awal 90-an.
         Rata-rata orang sibuk menonton cerita Superman, Zorro atau filem melayu yang pelakon terkenalnya Sofea Jane. Zaman ini kebanyakan rumah ada mesin basuh untuk cuci kain baju.Masuk kain, letak sabun, petik jer dah siap berbasuh.Tinggal nk dijemur sahaja. Tapi kami dirumah kecik ini tak merasai semua itu.
      Benda terbaik yang kami ada di dalam rumah salah satunya adalah peti sejuk berpintu satu, yang ayah punggah dari rumah lama. Dapatlah kami merasa minum air batu terutama di bulan puasa. Selain itu ibu saya pula membuat aiskrim Malaysia pelbagai perisa dengan harga 10 sen satu batang menggunakan peti sejuk berwarna hijau jenama Nasional itu.
     Abang saya pula membeli sebiji radio kecik setelah hampir 4 ke 5 tahun berada di rumah itu. Radio itu dibeli semasa dia bekerja sebagai buruh binaan di Singapore. Selain radio  ade beberapa keping kaset penyayi tempatan yang 'femes' pada masa itu yang dibawa balik, iatu kaset penyani Nurul dan Melati yang liriknya sebahagian kecil boleh saya ingat,
      " Pak balik pak..bubur pisang dah masak.."
      " Balik cepat pak cepat jangan terlambat..."
      " Pak cepat Pak kita menggali ubi.."
      " nanti malam perut kita tak berisi.."

Keset penyayi Melati yang dibawa balik oleh abang saya

      Disebabkan ketiadaan elektrik pada sebelah siangnya, saya menggunakan 2 biji bateri sebesar lengan budak untuk mendengar siaran radio.Kampung itu terletak di kawasan berbukit bukau, jadi apa-apa saja siaran radio melayu memang susah nak 'masuk'.Kalau pun ada bunyinya berdesing-desing dan bercampur baur lagunya. Kadang-kala lagu melayu campur Siam..Pada hari yang lain pula lagu melayu bercampur lagu berbahasa India @ Cina.Tapi saya tetap bersyukur, sekurang-kurang siaran radio Singapore kedengaran agak jelas.Saya melakukan kerja-kerja rumah seperti memasak, membasuh, mengemas rumah, menyapu sampah dan mengasuh 3 orang adik yang masih kecil bertemankan 'Radio Singapore' itu. Kadang-kadang penyanyinya saya kenal seperti Rafeah Buang atau Rahimah Rahim. Terkadang entah penyanyi dari Singapore mane pun saya tak kenal.Janji ade suara dan muzik, saya sudah bersyukur..!
     Begitu juga dengan Televisyen. Sebagai memujuk saya agar tak keluar bekerja semasa menunggu result SPM itu, akhirnya ayah membeli satu TV bersize 16" dengan bayaran secara ansuran. Sebelum maghrib rumah saya dikerumuni budak-budak yang datang untuk menonton cerita Doraemaon pada jam 7 ptg. Walaupun tak jelas suara & gambarnya, tapi kami masih boleh bergelak sakan melihat telatah Doraemon dan Nobita. Dengan bantuan orang kampung, aerial tv itu ditegakkan pada sebatang buluh yang panjangnya hampir menyamai pokok kelapa dara. Satu lubang ditebuk ditengahnya untuk diletakkan sebatang kayu yang fungsinya adalah untuk memutar buluh aerial itu untuk mendapatkan siaran yang lebih bagus pada masa siarannya sangat teruk.
     Setelah datuk & nenek mengambil sebahagian dapur untuk dijadikan rumahnya, satu bahagian kecil yang lebarnya 1 meter lebih dan panjangnya lebih kurang 2 meter menjadi tempat kami untuk berkumpul semasa makan tengahari atau malam. Itulah bahagian dapur kami..Satu dapur kayu yang digunakan ibu saya untuk memasak air panas ada dipenjuru dapur.Kami menggunakan seruas buluh yang berlubang untuk meniup api supaya marak.Abu dari dapur kayu itu kadang-kadang mengenai kepala semasa kami sedang makan. Pada masa-masa tertentu pula abang-abang dan ayah saya akan memunggah kayu getah dari kebun kami untuk dibuat kayu api. Mereka bergilir-gilir memotong kayu menjadi kayu api yang lebih kecil/pendek dan kayu2 yang sudah dipotong itu disusun rapi dibawah rumah .Kayu-kayu itulah yang menghidupkan dapur kami setiap hari.
       Ada satu dapur gas yang berpenunu 4 yang bersamanya tersedia satu oven (yang sudah rosak). Dapur itu pun diangkut dari rumah lama kami. Disebabkan ruang yang sangat terhad dibahagian dapur, dapur gas itu diletakkan dibahagian ruangtamu. Jadi sebelum adanya TV, 2 barang ini (Peti sejuk dan dapur gas) merupakan barang yang tercantik dan terbaik yang kami ada dirumah kecil ini.Kami jarang menggunakannya sebab api dari keempat2 penunu itu sangatlah perlahan walaupun dah dibersihkan berulang kali. Sebab itu dapur kayu itu menjadi satu dapur kegemaran jika ingin memasak dalam kuantiti yang banyak dan cepat, walaupun terpaksa berpenat lelah meniup api menggunakan cerobong buluh.Cuma pada hari raya sajalah, saya suka menggunakan dapur gas ini untuk membakar biskut raya kerana apinya yang perlahan memang sesuai untuk membakar biskut.
       Dalam ruang dapur yang sempit itu juga pinggan mangkuk, gelas, periuk dan peralatan dapur diletakkan.Satu para pinggan yang juga perbuat dari buluh diletakkan dipenjuru dinding  disebelah lagi..Para itu dibuat dengan meraup buluh dijadikan bilah selebar lebih kurang 2cm dan dipakukan ke atas 2 ketul bongkah kayu.
       Sementara itu, lantai dapur kami pula di perbuat daripada kepingan papan dan disusun dengan meninggalkan satu ruang seluas lebih kurang 1/2 cm masing-masingnya.Kami masih boleh melihat ayam-ayam berebut mematuk makanan yang jatuh semasa makan dari celah lubang lantai. Kegemaran saya dan emak adalah tidur petang di bahagian dapur sebab disini saja bahang panas tak terasa kerana berdekatan dapur kami adanya pokok durian belanda atau kami gelar durian selat berbuah lebat.Kadang kala buahnya yang masak itu jatuh menimpa zink rumah yang akhirnya menjadikan bentuk zink itu kelihatan menyenget dan kemek disana sini.Tapi emak tetap tak mahu menebang pokok tersebut disebabkan fungsinya diatas.
     Menganjur dari ruang dapur adalah tempat kami mandi, membasuh baju,membasuh beras dsb. Lantainya merupakan buluh-buluh yang diikat rapat. Buluh-buluh itu ditebang sendiri oleh ayah dengan bantuan abang2 saya dari pokok2 yang banyak terdapat dibelakang rumah .Sementara itu, sekeping zink dijadikan dinding 'bilik 'air' kami yang sisi kanannya menghadap ke jalan kecil. Bila saya menunduk untuk membasuh kain atau mencuci beras, sebahagian besar kepala saya masih boleh di lihat dari arah jalan kecil dihadapan rumah yang menjadi  tempat penduduk kampung lalu lalang. Disebabkan lantai buluh itu tidak sesuai untuk membasuh pakaian kerana permukaannya yang tidak rata, emak telah memaku kepingan-kepingan papan diatas 2 bongkah kayu sebagai tempat membasuh pakaian.
      Apabila saya pulang bercuti dari asrama, tugas membasuh kain baju menjadi tugas rutin saya setiap hari kerana emak mengikut ayah menoreh getah dan oleh kerana keluarga kami adalah keluarga yang besar, hampir setiap hari 2 besen besar pakaian kotor  menjadi habuan saya. Tangan dan kaki saya menjadi kebas kerana bertinggung lama menyudahkan pakaian kotor. Semasa cuti sekolah pula, kami adik beradik termasuk 2 orang abang tiada istilah bercuti rehat. Dua orang abang saya terpaksa mengikut ayah menoreh getah dan jika hari hujan pula mereka akan menebas semak-samun dikebun buahan berdekatan dengan kebun getah. Pada masa-masa tertentu pula, abang-abang saya mengambil upah menebas kebun-kebun milik orang kampung sebagai sumber pendapatan harian. Sekali sekala ada juga saya mengikut ayah menoreh getah, itupun jika emak kurang sihat. Dengan berbekalkan ikan selayang rebus, nasi panas dan budu yang diletakkan cili padi, saya bersama ayah dan 2 orang abang , berselera makan nasi bekal, itupun setelah habis menyelesaikan tugas-tugas.
 
Ladang getah yang menarik


     Begitulah kehidupan kami 3 beradik yang sudahpun dewasa pada masa itu. 2 minggu sekali pulang dari asrama sekolah bukanlah masa untuk kami berehat dan bersenang lenang seperti rakan-rakan sebaya. Saya dengan tugas rutin dirumah, mengemas, memasak, menyapu sampah, mencuci lantai dsb.Abang2 saya pula bertungkus lumus menolong ayah menoreh getah & menebas kebun. Apabila RISDA menjalankan program TSB (Tanam semula berkelompok), iaitu kebun getah lama ditebang dan ditanam dengan pokok getah yang baru, tugas kami adik-beradik semakin bertambah. Sebelum getah2 ditanam dikebun, anak-anak pokok getah mestilah disemai terlebih dahulu kedalam satu polybag hitam. Kami adik beradik mengambil upah untuk mengisi tanah-tanah didalam polybag tersebut. Suasana di tapak semaian getah bagaikan pesta dengan masing-masing sibuk membuat tugasan mereka sendiri. Kaum lelaki akan mengcangkul tanah dan menggemburkannya supaya senang untuk dimasukkan kedalam polybag semaian. Kaum perempuan pula sibuk memasukkan tanah-tanah kedalam polybag dan menyusunnya secara rapat-rapat disatu tempat.


Kami memasukkan tanah untuk menyemai anak getah didalam polybag hitam seperti ini
      Kami melakukan kerja-kerja semaian anak pokok getah dibawah langit terbuka. Tiada berbumbung atau apa-apa peneduh. Oleh kerana itu kami memulakan kerja awal pagi ketika matahari belum muncul dan sebaik matahari pijar dikepala, masing2 berhenti tugas dan akan menyambungnya kembali keesokan hari.
      Pada masa itu, kebanyakan penduduk kampung saya bekerja sebagai penoreh getah. Rata-rata penoreh getah membuat getah keping berbeza sekarang, dimana mereka tidak lagi gemarkan cara yang sedemikian yang renyah dan memerlukan masa yang panjang. Banyak kali saya mengikut ayah menoreh getah, sedikit sebanyak cara memproses getah beku terlukis dikepala saya. Menjelang tengahari, iaitu sekitar jam 11 ayah selesai menoreh dan mengutip susu getah. Dari sepokok ke sepokok yang lain saya akan menolong ayah mengutip susu getah dan susu getah itu pula akan dimasukkan kedalam satu baldi yang besar.Yang paling sukar adalah membawa naik atau turun baldi besar  berisi susu getah kerana jalannya yang licin dan berbukit pula. Saya berasa sangat kasihan melihat ayah mengimbangi badan menuruni bukit sambil menjinjing satu baldi berisi susu getah. Baju dan seluar basahannya sarat terpalit susu getah lama menjadikan baju itu tidak mempunyai warna lain selain kelabu & hitam. Dengan berkasut getah hitam, ayah kuat membawa susu-susu getah ke tempat pemprosesan getah. Kadang-kala saya melihat susu-susu putih itu memercik dirambutnya, menjadikan hati saya sedikit tersentuh hiba.
       Seingat saya, susu getah itu akan dimasukkan kedalam bekas yang dipanggil 'takung' berbentuk 4 segi bujur dan diperbuat daripada alumanium (Agaknya). Kemudian cuka getah pula dimasukkan disetiap takung serta dikacau sampai lama-kelamaan susu getah itu mulai membeku sedikit demi sedikit.Bila sudah betul-betul beku, susu itu akan dikeluarkan dari takung dan bermulalah proses meleperkan. Saya masih ingat lagi ayah akan menumbuk getah beku menjadikan beberapa bahagian getah beku itu menjadi berkeluk-keluk bulat seperti lesung pipit. Setelah itu getah  beku itu mula memasuki mesin yang dikendalikan secara manual. Pada ingatan saya ada 2 jenis mesin yang biasa ayah gunakan. Satu mesin yang permukaannya licin tak bercorak, berfungsi untuk meleperkan getah. satu mesin lagi merupakan mesin yang permukaannya bercorak gerigi menyerong. Apabila getah melalui mesin itu, corak-corak bergerigi akan timbul pada permukaan getah.


'Takung' yang digunakan untuk mengisi susu getah

ayah menggunakan mesin getah seperti ini untuk membuat getah keping
      Kebanyakan rumah penduduk kampung pada masa itu menyimpan getah yang siap diproses dengan menggantungnya dibawah rumah mereka. Salah satunya adalah rumah yang saya panggil Pak cik Musa. Rumahnya berdekatan dengan rumah saya dan melalui depan rumahnyalah saya kekedai runcit Mak rendah Timah setiap hari apabila ingin membeli barang2 keperluan harian.Apabila melalui rumahnya, hidung kembang kempis hidung saya apabila terbau getah-getah yang dijemur dibawah rumahnya. Sekarang bila saya pejamkan mata, tidaklah sukar bagi saya untuk membayangkan bau getah2 tersebut kerana ianya seakan sudah sebati dalam diri saya sejak dulu.
        Di kampung saya pada masa itu, kebanyakan rumah penduduk kampung diperbuat daripada kayu, cuma sesetengah rumah termasuk rumah saya, rumah datuk & nenek, rumah jiran yang saya panggil Pak Do Hassan,rumah Pakcik Harun dan rumah Mok Kecik saja diperbuat daripada buluh. Rumah kecik saya atapnya diperbuat daripada zink dan dindingnya pula adalah buluh-buluh yang dijalin rapat membentuk satu corak seakan geometri. jika dilihat dari sebelah luar, kelihatan bentuknya sedikit condong kebelakang. Ayah terpaksa menopang dinding belakang dengan sebatang kayu yang kukuh untuk menguatkan strukturnya. Ada satu beranda didepan rumah yang tiangnya diperbuat daripada kayu tapi berlantaikan 2 keping papan dan selebihnya adalah buluh yang diraut selebar 2 jari.


Rumah kecik saya dindingnya bercorak seperti ini

Rumah ini mirip seperti rumah kecik saya
       Disebabkan tiada apa-apa yang menarik didalam rumah,diberanda inilah saya duduk berjuntai kaki memandang jalan tempat penduduk lalu lalang selepas penat membuat kerja2 rumah. Diberanda ini juga menjadi tempat saya dan teman sekampung, iaitu Ani anak Pakdo Hassan (Didepan rumah) berbual-bual kosong dan kadang-kala makan colek buah jambu air yang dipetik didepan rumah nenek. Diberanda itu juga ayah dan kawan-kawannya, Pok Loh Api, Abe Nor balak, Abe Nor Jepun, Zaidi, Pok Ya, Pok Cik Harun, Pak Cik Musa dan ramai lagi bermain satu permainan semacam permainan Domino yang lebih kami kenali sebagai   'Permainan Balak'. Permainan sebegini menjadikan suasana malam lebih meriah walaupun tanpa televisyen terpasang. Selepas nenek membuat rumah bersebelahan dengan rumah saya, lokasi permainan ayah dan kawan-kawan bertukar pula keberanda rumah nenek kerana disana suasananya lebih menarik. Saya ingat lagi betul-betul berhadapan rumah nenek itu ada sepohon jambu air berbuah lebat sentiasa. Sambil bersembang atau bermain permainan balak, buahnya yang besar & sedap itu boleh dipetik dan dimakan terus.
 
Kami gelarnya 'permainan balak'

      Beranda rumah nenek itu memang menjadi kegemaran jiran-jiran tetangga untuk datang melepak dan bersembang baik diwaktu petang atau malam. Contohnya Abe Nor Jepun dan isterinya hampir setiap hari, sekitar jam 3  ke 4 ptg mereka setia bersantai diberanda rumah nenek, sekadar berbual kosong sambil menggulung rokok daun bersama tembakau. Saya juga tidak terkecuali turut sama diantara mereka. Nenek pula suka menghulurkan kepalanya yang dipenuhi uban kepada saya untuk dicabut setiap kali saya ada disitu. Sambil matanya sedikit terpejam melayan 'keasyikan' tangan saya mencabut uban2 tersebut, mulutnya masih boleh melayan perbualan Abe Nor Jepun dan jiran tetangga yang datang berbual kosong.
      Apabila hari semakin petang sekitar jam 5 ke 6, kawan saya Ani Pakdo Hassan suka mengajak saya berjalan-jalan di tepi sungai yang disitu tersedia satu pangkalan untuk motorboat berlabuh. Pada masa itu pengangkutan motorboat menjadi pengangkutan utama untuk  ke pekan Bertam. Di Bertamlah terdapatnya stesen keretapi yang menghubungkan tempat saya samada untuk ke Kuala Lumpur atau ke Kuala Krai, iaitu tempat saya belajar menuntut ilmu. Dipangkalan itu, selain ralit melihat motorboat yang keluar masuk, kami terhibur melihat anak-anak kampung mandi-manda disungai tersebut. Kegemaran kami yang lain juga adalah bersiar-siar diwaktu petang dengan menaiki motosikal , sekadar mengambil angin petang, menuju ke jalan kecil hala kekebun ayah. Suatu hari, saya tersilap langkah apabila motosikal yang saya tunggang dengan Ani sebagai pemboncengnya, terperosok jatuh kedalam longkang. Terdapat sedikit kesan luka disekitar bahu dan lengan saya, menjadikan saya serik menunggang motosikal sehinggalah sekarang. 




Keretapi seperti inilah yang membawa saya ke Sekolah Men. Dabong & Sek. Sultan Yahya Petra. Foto Ini adalah stesen keretapi Gua Musang.
Stesen Keretapi Dabong sedikit masa dahulu
     Ani adalah sahabat baik saya sejak saya mula-mula sampai kekampung tersebut sehingga masing-masing menginjak dewasa. Lantaran kemiskinan hidup, dia hanya bersekolah setakat darjah enam sahaja. Sejak usia belasan tahun lagi, kami sentiasa berkongsi cerita sedih dan gembira bersama-sama. Acap kali paip air dirumah kami tidak berfungsi, bersama dialah saya mengusung sebesen penuh kain basuhan menuruni bukit kecil untuk mencucinya disungai. Setelah siap mencuci kain basuhan, masa yang kami tunggu-tunggu adalah mandi sungai. Dengan berkain basahan kami menyelam dan berkejaran didalam sungai separas pinggang.


Rumah rakit ini seperti Rumah rakit yang ada di Kampung PT sedikit masa dahulu.Pada waktu petang saya & Ani gemar mengambil angin disini. (Sumber: Google)

Ketika kami teringat untuk makan sayur pucuk paku, bersama dialah saya akan mengutipnya ditebing-tebing sungai. Kadang kala dalam hujan renyai juga kami tahan mengutip satu persatu pucuk-pucuk paku dan membawa balik untuk digoreng kicap, dicampur pula dengan ikan bilis dan cili padi.Ia menjadi sayur kegemaran kami anak beranak terutama datuk yang pasti akan tersenyum riang jika saya menghulurkan sepinggan pucuk paku goreng kepadanya. 
Selepas musim hujan, cendawan hutan yang kami gelar 'kulat sisir' terdapat banyak dibatang-batang kayu getah yang telah ditebang untuk projek TSB. Setiap kali musim tersebut, saya bersama Ani dan beberapa lagi rakan sebaya bertungkus lumus memanjat bukit bagi mendapatkan kulat2 sisir tersebut. Suasana sekali lagi bertukar seperti pesta dengan masing-masing berlumba untuk mendapatkan hasil terbanyak. Kulat sisir itu sedap dimasak sayur lemak putih ataupun digoreng bersama telur goreng, dan perencahnya adalah bawang merah,bwg putih dan cili padi yang ditumbuk hancur.
Kulat sisir yang tumbuh dibatang kayu.
      Bulan Ramadhan adalah salah satu bulan yang mempunyai kenangan tersendiri buat saya. Pada masa ini, keakraban diantara keluarga saya dan jiran tetangga ternampak jelas. Diwaktu sahur, jika ada antara kami ternampak rumah masih bergelap gelita menandakan penghuninya terlena tidur, masing-masing rajin mengetuk dinding rumah, mengejutkan jiran supaya bangun bersahur. Antara jiran tetangga yang rajin mengetuk dinding rumah saya adalah Kak We Romah,Allahyarhammah nenek saya dan Mak Do (Emak Ani) yang berada dihadapan rumah saya.
    Pada bulan ramadan juga, disebabkan tiadanya aktiviti masak-memasak pada tgharinya, saya & Ani akan bersembang samada 'digere' rumah saya atau rumah nenek, ceritanya sudah tentulah tentang menu apa yang nak dimasak sewaktu berbuka puasa dan bersahur nanti. Selalunya, antara kuih-muih yang menjadi pilihan saya untuk dimasak adalah seperti puteri mandi, onde2, cendol dan kuih butir nangka.Setiap petang juga, upacara berbagi lauk pauk dan kuih muih diantara kami akan berlangsung. Masing-masing akan saling menghantar sepinggan lauk @ kuih dan sudah pasti balasannya berupa lauk pauk @ kuih muih yang berlainan. Jadi dapatlah kami merasa pelbagai hidangan meskipun bukan dari dapur kami.
kuih Puteri Mandi yang menjadi kegemaran saya pada bulan puasa

Kuih Butir Nangka...mendapat tempat istimewa dalam kalangan keluarga saya
       Tibanya hari raya, lain pula kisahnya.Saya gemar membuat perancangan menyambut raya dari awal lagi supaya tidak timbul sebarang kesulitan nantinya, semetelah bila saya bersekolah dan tinggal diasrama, sudah pastilah masa berada dirumah kecik adalah terhad. Disebabkan dinding rumah saya diperbuat daripada buluh, cara tercantik bagi kami untuk menyerikan hari raya adalah menampal semua dinding dengan suratkhabar lama.Jadi dinding yang nampak berlubang teruk atau warnanya telah pudar, akan menjadi serba putih. Saya akan memasak tepung gandum diatas api yang kecil sampai likat untuk dibuat gam bagi menampalnya kedinding. Itulah 'wallpaper' kami.
      Selain daripada itu, projek membasuh lantai dibahagian luar rumah & dapur juga termasuk didalam list. Saya menggunakan berus lantai khas untuk memberus lantai yang berlumut disebabkan kami tidak mampu membeli tikar getah walaupun ruangnya yang sempit tidaklah memerlukan tikar getah yang banyakpun.Membasuh lantai memerlukan tenaga yang banyak untuk menyentalnya dan juga membilasnya sampai bersih.Kadang-kadang tenaga adik-adik saya diperlukan untuk meringankan beban tambahan pulak sewaktu bulan puasa.
      Dari segi biskut raya pula, saya akan membuatnya seminggu atau 2 minggu sebelum raya.Biskut yang tidak pernah 'miss' saya buat adalah semperit, biskut kacang dan kuih siput.Sebelum itu saya menerap semua biskut raya menggunakan acuan plastik yang coraknya cuma beberapa jenis shj, tetapi setelah abang-abang saya bekerja di Singapore, mereka bermurah hati membeli acuan biskut yang coraknya lebih banyak. Acuan logam itu didatangkan bersama lebih daripada 10 corak untuk membuat biskut raya dengan cara menerap.Apalagi, bermacam-macam bentuk biskut raya terhidang pada tahun tu.
Beginilah rupanya acuan biskut diperbuat daripada logam yang dibeli oleh abang di Singapore
     
      Selain hidangan biskut raya, ibu saya memang tak 'miss' untuk membuat ketupat daun palas dicecah bersama kari daging. Dia memang seorang yang pakar mengayam ketupat daun palas, sampaikan ramai kaum-kaum ibu seperti Kak We Romah, Ani dan Makdo datang belajar mengayam tapi apa yang saya tahu, sampai kesudah mereka tak berjaya membuatnya..! Itulah keistimewaan jari jemari ibu saya.
   
Ketupat daun palas
     
Selain ketupat, ibu saya juga mahir membuat tapai beras pulut.Selalunya tapai2nya akan 'masak' dan rasanya sangat manis menjelang hari raya. Tapai-tapai itu dibungkus dengan menggunakan daun getah dan dicucuk hujungnya dengan lidi yang diraut tajam.
     Saya pula lebih menggemari lemang berbanding ketupat palas. Keluarga saya bukanlah seorang yang mahir membuat lemang, tapi setiap tahun rumah saya akan menerima beberapa batang lemang yang diberi oleh tetangga, selalunya oleh Abe Nor Jepun, PakDo Hassan atau PakSu Deraman yang berada disebelah rumah datuk saya. Pada malam rayanya saya begitu seronok melihat tetangga membakar lemang sambil melayan adik-adik & anak jiran tetangga bermain bunga api dilaman rumah.


Tapai beras pulut yang dibungkus dengan daun getah
      Rumah kecik saya memang menjadi kegemaran ramai tak kira yang tua, kanak-kanak atau orang muda untuk bertandang pada hari raya. Maklum sajalah, dirumah saya adanya '3 kuntum bunga' yang sedang mekar iaitu saya, adik (yang muda 5 tahun daripada saya) & juga emak saudara (Tua 2 tahun drpd saya). Sebelah paginya, selepas sembahyang raya, saya akan bertungkus lumus melayan tetamu yang datang. Ketupat palas kena bertambah-tambah didalam pinggan.Air minuman berkali-kali kena dibancuh.Pinggan mangkuk pula bertimbun menunggu masa untuk dicuci.
     Disebabkan pada waktu pagi membawa ke tengahari saya sibuk melayan tetamu, sebelah petangnya adalah masa saya untuk berjalan kerumah teman-teman sekampung. Seperti biasanya hampir setiap rumah terhidang lemang buluh dicicah kari ayam atau 'nisse cair'. Jarang sekali rumah yang membuat biskut raya moden, kalau adapun mungkin biskutnya boleh didapati dirumah Kak Ipah yang berada dihujung kampung. Kak Ipah menjual makanan seperti nasi kerabu & kuih-muih berhadapan dengan sekolah saya. Nasi kerabunya sangat lazat dan sambal ladanya yang diletakkan didalam nasi kerabu itu sungguh sedap ditekak saya. Kali terakhir saya berjumpa dengannya didalam keretapi semasa dia pulang dari hospital kerana keguguran. Dia berkahwin dengan seorang Indonesia yang datang kekampung kami untuk bekerja sebagai buruh binaan.
     Begitulah sedikit secebis kisah saya hampir 10 tahun berada di Kampung Pasir Tumboh, Gua Musang, Kelantan. Saya belajar menjadi manusia yang kuat disini. Saya juga belajar menjadi seorang yang menerima seadanya, pemerhati setia & tak lokek berbagi apa saja. Kesusahan & keperitan hidup telah menjadi guru terbaik untuk diri saya dan keluarga menjadikan kami lebih rapat & saling menjadi kayu penompang untuk ahli keluarga yang hampir rebah. Benar saya rasa sedih & kecewa sedikit masa dulu. Saya juga memandang dunia dengan gelap & naif disebabkan kehidupan yang serba daif, namun jauh disudut hati yang paling dalam saya memasang angan untuk hidup yang gemilang iaitu dengan berjaya dalam pelajaran.
      Bertitik tolak dari itulah saya bertatih dari bawah melangkah setapak demi setapak, mendaki setangga demi setangga untuk menggenggam sesuatu yang saya panggil 'kejayaan'.Alhamdulillah..saya harus bersyukur mendapatnya setitik dari selautan....




Inilah sedikit kejayaan yang saya maksudkan.Memiliki rumah sendiri yang selesa, bezanya amat ketara berbanding rumah kecik saya

Ruang tamu kediaman

Kedua ibu bapa saya yang amat tabah membesarkan kami 7 beradik dlm serba kedaifan

Rumah milik ibu bapa saya. Bezanya bagai langit & bumi. (Suasana hari Raya Aidilfitri 2013)

       
Saya tidak mempunyai sekeping gambarpun untuk rumah kecik saya...Rumah diatas sedikit sebanyak menyerupainya  cuma bezanya atap rumah saya diperbuat drp zink sedangkan atap rumah diatas diperbuat daripada kanvas biru







     
       
Read more: http://www.adibsite.com/2014/11/pasang-facebook-comments-responsive.html#ixzz3Pd3lfqkd